Lompat ke isi utama

Berita

Dari Bilik Suara OSIS, Bawaslu Kota Makassar Semai Akar Demokrasi Pemilih Pemula

Bawaslu Kota Makassar

MAKASSAR — Bawaslu Kota Makassar mengambil langkah proaktif dalam memperkuat konsolidasi demokrasi di akar rumput. Menyadari besarnya potensi pemilih muda, Bawaslu Kota Makassar secara khusus melakukan pendekatan edukatif ke lingkungan sekolah untuk membangun kesadaran politik para pemilih pemula pada, Rabu (30/9/2026).

Langkah "jemput bola" ini diwujudkan melalui kunjungan langsung ke sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Makassar. Beberapa sekolah yang menjadi sasaran edukasi politik hari ini antara lain SMA Negeri 5, SMA Negeri 9, SMA Negeri 10, SMA Negeri 12, dan SMA Negeri 21 Makassar.

Agenda utama dari rangkaian kunjungan ini adalah menyalakan semangat pengawasan partisipatif di kalangan pelajar. Sebagai kelompok yang baru pertama kali mendapatkan hak pilih, para siswa berada di titik strategis, mereka memiliki idealisme yang tinggi, namun di sisi lain rentan menjadi sasaran misinformasi di era digital. Kehadiran Bawaslu Kota Makassar di tengah-tengah mereka bertujuan untuk memberikan pondasi literasi politik yang kuat sebelum mereka benar-benar masuk ke bilik suara yang sesungguhnya.

Di masing-masing sekolah, tim Bawaslu Kota Makassar tidak sekadar memberikan ceramah satu arah, melainkan membuka ruang dialog interaktif. Para pelajar diedukasi mengenai esensi demokrasi, pengenalan pelanggaran pemilu seperti bahaya politik uang (money politics), serta cara mengidentifikasi dan menangkal berita bohong (hoaks).

Lebih jauh, Bawaslu Kota Makassar menekankan bahwa kontribusi pemilih pemula tidak berhenti pada kewajiban datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Generasi muda didorong untuk mengambil peran aktif sebagai "mata dan telinga" pengawas di masyarakat. Dengan semangat pengawasan partisipatif, para pelajar diajak untuk berani bersuara dan melaporkan setiap indikasi kecurangan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Anggota Bawaslu Kota Makassar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Humas, Risal Suaib, menegaskan bahwa pendekatan ke pemilih pemula adalah hal yang sangat krusial. "Pendidikan politik di sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini," ujarnya.

Oleh karena itu, Bawaslu Kota Makassar turut menekankan bahwa kontribusi pemilih pemula tidak boleh berhenti hanya pada kewajiban datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Generasi muda didorong untuk mengambil peran aktif sebagai "mata dan telinga" pengawas di tengah masyarakat. Dengan semangat pengawasan partisipatif, para pelajar diajak untuk berani bersuara dan melaporkan setiap indikasi kecurangan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Menariknya, teori dan edukasi ini tidak hanya berhenti pada paparan, tetapi langsung diwujudkan dalam praktik nyata. Momentum kunjungan ini diintegrasikan dengan Pemilihan Ketua OSIS serentak, di mana suasana pemungutan suara didesain sedemikian rupa hingga menyerupai proses pemilihan umum sesungguhnya. Antusiasme yang tinggi tecermin dari antrean siswa-siswi yang dengan penuh semangat berpartisipasi memberikan hak suaranya di bilik pencoblosan. Pemilihan OSIS menjadi laboratorium hidup demokrasi bagi para pelajar.

Melalui pendidikan dan edukasi yang menyentuh langsung ke bangku sekolah, Bawaslu Kota Makassar menaruh harapan besar: lahirnya generasi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan tidak apatis. Keterlibatan aktif dari para pelajar ini diyakini akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat 

Penulis : Humas Bawaslu Kota Makassar