Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat SDM Pengawas Pemilu, Bawaslu Kota Makassar Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi

Bawaslu Kota Makassar

MAKASSAR – Bawaslu Kota Makassar menggelar kegiatan Manajemen SDM pengawas kesekretariatan , Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja, kedisiplinan, serta tata kelola sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Makassar Dr. Dede Arwinsyah, S.H., M.H., menekankan pentingnya membangun kapasitas pegawai agar tidak hanya memahami tugas pada satu bagian atau divisi.

Menurut dia, setiap pegawai perlu memiliki pengetahuan lintas bidang melalui penerapan sharing knowledge. Dengan begitu, pegawai dapat lebih fleksibel ketika harus mendukung pekerjaan di luar tugas rutinnya.

“Teman-teman tidak boleh hanya terpaku pada satu divisi saja, melainkan harus menerapkan sharing knowledge,” kata Dede dalam arahannya.

Ia mencontohkan, pegawai yang bertugas di bagian administrasi perlu memahami ritme dan karakter pekerjaan di divisi lainnya. Kemampuan tersebut dinilai penting agar seluruh pegawai memiliki kesiapan ketika sewaktu-waktu diminta membantu tugas pimpinan maupun komisioner.

“Jangan sampai ketika dibutuhkan untuk membantu pekerjaan di bagian lain, kita tidak memahami apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Selain penguatan kapasitas, rapat tersebut juga membahas peluang pengembangan karier bagi ASN yang memiliki kinerja dan dedikasi yang baik. Sejumlah daerah yang masih membutuhkan dukungan SDM.

Pegawai yang dinilai memiliki kinerja terukur, kompetensi, serta dedikasi dapat direkomendasikan untuk mengisi kebutuhan pada posisi strategis di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Muchlis Mas’ud menyoroti pentingnya penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi dan latar belakang formasi. Prinsip right man on the right place dinilai menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola SDM.

Menurut Muchlis, penataan fungsi pegawai saat ini terus dioptimalkan agar setiap personel dapat bekerja sesuai kompetensinya. Salah satunya dengan memastikan tenaga pranata komputer dapat menjalankan fungsi yang berkaitan dengan kehumasan maupun teknologi informasi secara lebih optimal.

Ia juga menyampaikan perkembangan status satuan kerja di lingkungan Bawaslu kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Kabar baik lainnya, dari 24 kabupaten/kota, saat ini sudah ada peralihan status dari non-Satker menjadi Satker. Tentu ini akan memengaruhi kebijakan dan kelancaran tata kelola administrasi kita ke depan,” ujar Muchlis.

Di akhir pertemuan, jajaran pimpinan Bawaslu kembali mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan sekaligus keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Pegawai didorong memanfaatkan waktu kerja secara efektif selama delapan jam di kantor. Di sisi lain, setelah menyelesaikan pekerjaan, pegawai diimbau menggunakan waktu di luar kantor untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.

Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana kerja tetap sehat, harmonis, dan produktif. Dengan ritme kerja yang teratur, ASN di lingkungan Bawaslu diharapkan mampu menjaga konsistensi kinerja sekaligus tetap memiliki energi dalam menjalankan tugas sebagai pengawal demokrasi.

 

Penulis : Humas Bawaslu Kota Makassar