18 Tahun Bawaslu: Dari Lorong hingga Pasar, Warga Makassar Titipkan Harapan untuk Demokrasi yang Berintegritas
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Suasana berbeda terasa di sudut-sudut Kota Daeng. Mulai dari riuh rendah Pasar Tradisional, deru mesin ojek online di jalanan, hingga diskusi santai di warkop-warkop lokal, satu nama menggema di benak warga: Bawaslu.
Tepat di usianya yang ke-18, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendapatkan kado spesial berupa harapan dan doa dari berbagai lapisan masyarakat Kota Makassar. Bukan sekadar seremonial, peringatan kali ini menjadi bukti bahwa pengawasan pemilu telah menjadi denyut nadi masyarakat di tingkat akar rumput.
Suara dari Akar Rumput: "Jaga Hak Kami"
Demokrasi bukan hanya milik elit politik. Hal ini ditegaskan oleh para pejuang jalanan di Makassar. Seorang pengemudi ojek online dan penarik becak mengungkapkan bahwa kehadiran Bawaslu sangat terasa hingga ke sudut kota.
"Demokrasi itu tidak jauh, ia ada di setiap sudut kota kita. Kami berharap Bawaslu terus menjaga setiap hak pilih kami agar tetap murni," ujar salah satu warga dalam video testimoni tersebut.
Harapan senada datang dari para pedagang pasar dan pelaku UMKM. Bagi mereka, keberlangsungan ekonomi sangat bergantung pada stabilitas politik yang jujur dan adil. Mereka berharap di usia yang ke-18, Bawaslu semakin "berani dan peduli" dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
Energi Muda dan Komitmen Akademis
Tak ketinggalan, kaum milenial dan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) turut memberikan apresiasi. Di depan Menara Pinisi yang ikonik, para mahasiswa menekankan pentingnya penguatan kepedulian terhadap integritas pemilu.
Bagi generasi muda Makassar, Bawaslu adalah benteng terakhir yang menjaga kemurnian suara rakyat dalam kebersamaan. Mereka ingin melihat Bawaslu yang lebih modern, adaptif, namun tetap tegas dalam menindak pelanggaran.
Sinergi Memperkokoh Demokrasi
Puncak dari harapan ini dirangkum dalam komitmen bersama yang disuarakan oleh staf Bawaslu Kota Makassar: "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu."
Di usia "sweet seventeen plus one" ini, Bawaslu RI, khususnya di Kota Makassar, diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat dalam memberikan edukasi politik.
Humas Bawaslu Kota Makassar