Bawaslu Dorong Pengawasan Pemilu Inklusif dan Adaptif Digital dalam Konsolidasi Nasional Perempuan Pengawas
|
Jakarta — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat pengawasan Pemilu yang inklusif, berkeadilan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui Rapat Koordinasi Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilihan Umum dan Masyarakat Sipil. Kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Republik Indonesia ini berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran pada 21–23 Desember 2025.
Konsolidasi nasional tersebut diikuti oleh perwakilan perempuan pengawas Pemilu dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk jajaran Bawaslu Kota Makassar. Dalam kegiatan ini, Bawaslu Kota Makassar turut diwakili oleh Kasubag Administrasi, sebagai bagian dari dukungan kelembagaan terhadap penguatan peran perempuan dalam pengawasan Pemilu yang profesional dan berintegritas.
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital”, yang menekankan pentingnya pengawasan Pemilu yang tidak hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga menjangkau ruang digital yang semakin kompleks.
Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut, di antaranya perlindungan hak kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia, penguatan kepemimpinan perempuan dalam pengawasan Pemilu, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai instrumen pengawasan yang efektif dan beretika.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa transformasi digital dalam pengawasan Pemilu harus berjalan seiring dengan perlindungan hak asasi manusia. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mencegah terjadinya kekerasan, baik secara fisik maupun berbasis digital, serta menutup ruang terjadinya disinformasi dan praktik-praktik yang merugikan kelompok rentan.
Keikutsertaan Kasubag Administrasi Bawaslu Kota Makassar dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan yang mendukung pengawasan Pemilu yang inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman. Dukungan administratif yang solid dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program pengawasan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui konsolidasi nasional ini, seluruh peserta diharapkan mampu menyelaraskan perspektif dan pengalaman lapangan dalam merumuskan strategi pengawasan Pemilu yang lebih empatik, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penulis : Nurjaya Said
Editor : @rminth