Bawaslu Kota Makassar Gagas Program Kehumasan 2026, Fokus Inovasi Digital dan Pengawasan Partisipatif
|
Makassar – Bawaslu Kota Makassar resmi menetapkan Program Kehumasan Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan literasi demokrasi, serta mendorong pengawasan Pemilu dan Pemilihan yang partisipatif dan inklusif. Program ini disusun selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bawaslu Kota Makassar Tahun 2026 dan mengacu pada kategori Anugerah Kehumasan Bawaslu Tahun 2025.
Kordiv Percegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Makassar, Risal Suiab, S.IP., menyampaikan bahwa kehumasan memiliki peran penting dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan akuntabel. “Program Kehumasan 2026 dirancang tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu,” ujarnya.
Melalui program ini, Bawaslu Kota Makassar menitikberatkan pada penguatan publikasi dan diseminasi informasi pengawasan secara masif dan berkelanjutan. Produksi berita pengawasan, siaran pers strategis, konten grafis, serta pengelolaan media sosial akan dioptimalkan agar informasi pengawasan dapat diakses secara luas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain itu, aspek edukasi publik menjadi fokus utama melalui pengembangan video edukasi, konten microlearning, dan kegiatan literasi demokrasi berbasis komunitas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran Bawaslu serta mendorong pengawasan partisipatif yang lebih kuat.
Program Kehumasan 2026 juga menegaskan komitmen Bawaslu Kota Makassar dalam inovasi engagement publik berbasis digital. Pengelolaan podcast kehumasan, kampanye digital tematik, serta ruang interaksi daring menjadi sarana untuk menjangkau kelompok muda dan pemilih pemula secara lebih efektif.
Dalam rangka memperkuat hubungan dengan media massa, Bawaslu Kota Makassar akan meningkatkan kemitraan strategis melalui penandatanganan dan tindak lanjut nota kesepahaman dengan media lokal, pelaksanaan media gathering, serta media briefing secara berkala. Langkah ini bertujuan memastikan pemberitaan pengawasan Pemilu berjalan akurat, berimbang, dan berkesinambungan.
Tidak hanya itu, pendekatan humanis dan inklusif juga menjadi ciri khas Program Kehumasan 2026. Bawaslu Kota Makassar berkomitmen menghadirkan kehumasan yang ramah disabilitas melalui penyediaan informasi yang aksesibel serta pelibatan kelompok rentan dalam kegiatan sosialisasi dan pengawasan partisipatif.
Sebagai program unggulan, Bawaslu Kota Makassar menargetkan lahirnya minimal satu inovasi kehumasan yang menjadi kebijakan divisi dan dapat direplikasi sebagai praktik baik. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung capaian IKU serta meningkatkan daya saing Bawaslu Kota Makassar dalam Anugerah Kehumasan Bawaslu di tingkat nasional.
Dengan pelaksanaan Program Kehumasan Tahun 2026, Bawaslu Kota Makassar optimistis dapat memperkuat peran kehumasan sebagai jembatan antara lembaga pengawas Pemilu dan masyarakat, demi terwujudnya Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas dan demokratis.
Penulis : @rminth