Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Makassar: Menguatkan Kepedulian Kemanusiaan demi Dunia yang Demokratis dan Damai

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar memperingati Hari Yatim Piatu Korban Perang yang jatuh pada 6 Januari 2026 sebagai momentum refleksi kemanusiaan global

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar memperingati Hari Yatim Piatu Korban Perang yang jatuh pada 6 Januari 2026 sebagai momentum refleksi kemanusiaan global

Makassar, (6/1/2026): Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar memperingati Hari Yatim Piatu Korban Perang yang jatuh pada 6 Januari 2026 sebagai momentum refleksi kemanusiaan global. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa konflik dan perang tidak hanya merusak tatanan negara, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi generasi paling rentan, yakni anak-anak yang kehilangan orang tua akibat kekerasan dan peperangan.

Di tengah dinamika dunia yang masih diwarnai konflik, Bawaslu Kota Makassar menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi sejatinya berakar pada penghormatan terhadap kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan. Anak-anak yatim piatu korban perang adalah simbol nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika dialog, hukum, dan demokrasi gagal dijunjung tinggi.

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu tidak hanya berperan menjaga integritas proses demokrasi elektoral, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk terus menanamkan nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokrasi yang sehat tidak lahir dari konflik dan kekerasan, melainkan dari partisipasi yang adil, kesadaran hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Melalui peringatan ini, Bawaslu Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas global, menolak segala bentuk kekerasan, dan berkomitmen menjaga demokrasi sebagai jalan damai dalam menyelesaikan perbedaan.

Harapan Bawaslu Kota Makassar

Bawaslu Kota Makassar berharap, dalam tatanan dunia yang demokratis dan damai, tidak ada lagi anak-anak yang harus kehilangan masa depan akibat perang dan konflik. Demokrasi harus menjadi sarana membangun peradaban yang berkeadilan, menjunjung tinggi martabat manusia, serta menjamin rasa aman bagi setiap generasi.

Bawaslu Kota Makassar juga berharap nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan dapat terus ditanamkan mulai dari ruang keluarga, pendidikan, hingga praktik demokrasi di tingkat lokal, nasional, dan global. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses politik, tetapi sebagai komitmen bersama untuk menjaga kehidupan yang damai, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh umat manusia.

Penulis : @rminth