Bawaslu Kota Makassar Tekankan Pentingnya Akurasi Data Pemilih Lewat Program NGOPI
|
Makassar, 2 Februari 2026 — Bawaslu Kota Makassar menegaskan pentingnya menjaga akurasi data pemilih sebagai fondasi utama dalam menjamin kualitas dan integritas pelaksanaan pemilu dan pemilihan. Penegasan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Data Informasi (PP Datin) Bawaslu Kota Makassar, Rahmat Sukarno, melalui program Ngobrol Pemilu (NGOPI) yang digelar di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, dan dihadiri unsur masyarakat setempat.
Dalam paparannya, Rahmat menjelaskan bahwa persoalan data pemilih masih menjadi tantangan dalam setiap penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Dua isu utama yang kerap muncul adalah pendataan pemilih pemula serta keberadaan pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercatat dalam daftar pemilih.
Menurutnya, pemilih pemula merupakan warga negara yang telah genap berusia 17 tahun atau telah menikah, sehingga berhak masuk dalam daftar pemilih. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu melakukan verifikasi secara berkelanjutan untuk memastikan setiap warga yang memenuhi syarat dapat terdaftar dan menggunakan hak pilihnya.
“Verifikasi data pemilih pemula menjadi penting untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya. Begitu juga dengan data pemilih yang telah meninggal dunia, harus diverifikasi agar tidak terjadi ketidaksesuaian dalam daftar pemilih,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, proses pemutakhiran data pemilih sering menghadapi kendala administratif, terutama karena kurangnya pelaporan perubahan status kependudukan oleh masyarakat, seperti kematian atau perpindahan domisili. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya pembaruan data oleh instansi terkait.
Rahmat menjelaskan, kewenangan untuk menghapus atau mencoret data pemilih yang telah meninggal dunia berada pada instansi kependudukan berdasarkan laporan resmi masyarakat. Sementara itu, Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berperan melakukan pengawasan dan verifikasi guna memastikan data pemilih tetap akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui program NGOPI, Rahmat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memastikan akurasi data kependudukan, termasuk melaporkan setiap perubahan status kepada instansi berwenang. Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mendukung pemilu yang transparan dan berintegritas.
“Keakuratan data pemilih bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan data yang akurat, kita dapat memastikan setiap hak pilih terlindungi dan kualitas demokrasi tetap terjaga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan NGOPI ini, Bawaslu Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam mendukung proses pemutakhiran data pemilih sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis: @rno