Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Makassar Gelar “Ngabuburit Pengawasan” di Unibos, Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi

Bawaslu Kota Makassar

Bawaslu Kota Makassar kembali menggelar kegiatan bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” di kampus Universitas Bosowa (Unibos), Rabu (11/03/2026).

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar menggelar kegiatan bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” di kampus Universitas Bosowa (Unibos), Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam meningkatkan edukasi kepemiluan, khususnya di kalangan mahasiswa.

Melalui program ini, Bawaslu Makassar berupaya mentransformasi peran mahasiswa dari sekadar pemilih menjadi pengawas partisipatif yang aktif dalam mengawasi jalannya proses demokrasi, termasuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungan sekitar.

Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kota Makassar, Risal Suaib, mengatakan kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang lebih santai namun tetap substansial, agar pesan tentang pentingnya pengawasan pemilu dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda.

“Kami ingin menjadikan pengawasan pemilu sebagai gaya hidup anak muda. Ngabuburit di kampus adalah cara yang efektif untuk berdialog secara santai, tetapi tetap membahas hal-hal penting terkait integritas demokrasi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Makassar, Dede Arwinsyah, serta dipandu oleh akademisi Unibos, Muhammad Halwan. Diskusi membahas peran strategis mahasiswa dalam memperkuat pengawasan pemilu dan menjaga kualitas demokrasi.

Selain diskusi, Bawaslu juga membuka Posko Kawal Hak Pilih sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pendataan Pemilih Berkelanjutan (PPB) yang dilakukan oleh KPU. Melalui posko ini, mahasiswa dapat melakukan pengecekan data pemilih secara daring melalui layanan Cek DPT Online di laman resmi KPU.

Bawaslu berharap kolaborasi dengan Universitas Bosowa dapat melahirkan simpul-simpul pengawasan baru di tingkat akar rumput. Mahasiswa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menolak praktik politik uang, penyebaran berita bohong (hoaks), serta berbagai bentuk kecurangan pemilu lainnya.

Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif seperti ini, Bawaslu Makassar optimistis kesadaran pengawasan pemilu di kalangan generasi muda akan semakin kuat, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi yang berintegritas.

Humas Bawaslu Kota Makassar