Ketua Bawaslu Kota Makassar Hadiri FGD Bahas Wacana Pilkada dan Peta Demokrasi
|
MAKASSAR – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar, Dr. Dede Arwinsyah, S.H., M.H., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Membaca Peta Demokrasi: Wacana Pilkada Dipilih oleh DPRD, Legitimasi Rakyat atau Elit?” pada Sabtu (7/2/2026).
FGD yang berlangsung di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin Nomor 102, Pabaeng-Baeng, Makassar, tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Makassar. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WITA dan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa serta pemerhati demokrasi.
Dalam forum diskusi itu, Dr. Dede Arwinsyah menegaskan bahwa setiap wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah harus diletakkan dalam kerangka konstitusionalitas dan kedaulatan rakyat. Menurutnya, legitimasi demokrasi tidak hanya diukur dari aspek prosedural, tetapi juga dari sejauh mana rakyat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan politik.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang kuat dan independen dalam setiap tahapan pemilihan, apa pun model Pilkada yang diterapkan. “Pengawasan pemilu merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan,” ujarnya dalam diskusi.
Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Kota Makassar menyampaikan bahwa ruang-ruang diskusi publik seperti FGD memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda. Partisipasi aktif mahasiswa dinilai sebagai elemen penting dalam mengawal arah kebijakan demokrasi di Indonesia.
Melalui kehadirannya dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Makassar menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang dialog, mendorong pengawasan partisipatif, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat sipil dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penulis : @rminth