Ketua Bawaslu Makassar: Ngabuburit Pengawasan Jadi Momentum Silaturahmi dan Penguatan Demokrasi
|
Bawaslu Kota Makassar kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Media Centre Bawaslu Kota Makassar secara luring dan diikuti peserta lainnya secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Makassar dalam sambutannya di hadapan para peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari mantan penyelenggara pemilu hingga kalangan akademisi.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Makassar menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan implementasi dari surat edaran Bawaslu RI yang mendorong jajaran Bawaslu di daerah untuk melaksanakan kegiatan edukasi demokrasi kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat dialog demokrasi sekaligus membangun kedekatan antara Bawaslu dan masyarakat.
“Pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan ini merupakan implementasi dari surat edaran Bawaslu RI. Momentum Ramadhan kita jadikan sebagai landasan untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan diskusi demokrasi bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa selama bulan Ramadhan tahun ini, Bawaslu Kota Makassar merencanakan penyelenggaraan lima kali kegiatan Ngabuburit Pengawasan di berbagai kampus di Kota Makassar. Kegiatan yang digelar pada 6 Maret tersebut merupakan kegiatan ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Hasanuddin.
Selanjutnya, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan pada 9 Maret di Kampus UIN Alauddin Makassar dan pada 11 Maret di Universitas Bosowa.
Menurutnya, rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sebagai upaya Bawaslu Kota Makassar untuk menjaring berbagai aspirasi dan gagasan dari kalangan kampus terkait isu-isu demokrasi serta metode pengawasan pemilu di masa mendatang.
“Kampus merupakan ruang yang sangat strategis untuk berdialog tentang demokrasi. Melalui kegiatan ini kita ingin mendengar aspirasi, masukan, serta pandangan akademisi dan mahasiswa terkait berbagai isu dan metode pengawasan yang dapat dikembangkan oleh Bawaslu ke depan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kota Makassar juga memperkenalkan salah satu program inovatif yang akan dijalankan tahun ini, yakni Sekolah Demokrasi Bawaslu Kota Makassar. Program ini direncanakan akan dilaksanakan di beberapa sekolah yang dipilih sebagai pilot project.
Ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Demokrasi tersebut akan disinkronkan dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), sehingga kegiatan pendidikan demokrasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan melalui beberapa kali pertemuan dengan siswa.
“Sekolah Demokrasi ini kita rancang tidak hanya satu kali pertemuan. Kita ingin ada beberapa kali tatap muka dengan siswa dan disinkronkan dengan pelajaran PKN, sehingga pendidikan demokrasi bisa lebih sistematis dan berdampak,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Makassar menegaskan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi kelembagaan.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan muhasabah kelembagaan bagi kita semua, agar ke depan Bawaslu semakin kuat dalam menjalankan tugas pengawasan dan pendidikan demokrasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Makassar berharap semangat pengawasan partisipatif dan literasi demokrasi dapat terus tumbuh, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan demokrasi sehari-hari.
Editor: @rminth