Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu RI Tegaskan Pencegahan sebagai Pilar Utama Keadilan Pemilu ( Quotes )

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menegaskan bahwa keadilan Pemilu tidak hanya diwujudkan melalui penindakan pelanggaran, tetapi harus dibangun secara utuh melalui pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang berjalan beriringan

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menegaskan bahwa keadilan Pemilu tidak hanya diwujudkan melalui penindakan pelanggaran, tetapi harus dibangun secara utuh melalui pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang berjalan beriringan

Makassar  (7/1/2026): Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Rahmat Bagja, menegaskan bahwa keadilan Pemilu tidak hanya diwujudkan melalui penindakan pelanggaran, tetapi harus dibangun secara utuh melalui pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang berjalan beriringan.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Bagja dalam pernyataannya yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola Pemilu sejak awal tahapan. Menurutnya, pendekatan pencegahan memiliki peran strategis dalam meminimalkan potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum. “Keadilan Pemilu bisa diwujudkan dalam bentuk pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga integritas Pemilu tidak dapat bergantung semata pada tindakan korektif setelah pelanggaran terjadi. Pencegahan yang kuat dan sistematis justru menjadi fondasi utama dalam menciptakan proses demokrasi yang jujur dan berkeadilan.

Rahmat Bagja juga menegaskan bahwa Bawaslu di seluruh tingkatan memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat fungsi pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi.

Pesan Ketua Bawaslu RI tersebut sejalan dengan komitmen Bawaslu Kota Makassar dalam mendorong penguatan pencegahan dan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas Pemilu. Melalui pendekatan yang mengedepankan pencegahan, Bawaslu berharap potensi pelanggaran dapat ditekan dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu semakin meningkat.

Dengan sinergi antara pencegahan, pengawasan, dan penindakan, Bawaslu berkomitmen untuk terus mengawal demokrasi agar Pemilu benar-benar berlangsung secara adil, berintegritas, dan bermartabat.

Penulis : @rminth