Ketua Bawaslu Sulsel Ajak Masyarakat Perkuat Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, mengajak masyarakat untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu sebagai langkah menjaga integritas demokrasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.
Hal tersebut disampaikan Mardiana Rusli saat memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan di Media Centre Bawaslu Kota Makassar, Rabu (20/5/2026).
Dalam arahannya, Mardiana menjelaskan bahwa tugas pengawasan yang dijalankan Bawaslu sangat luas, mulai dari mengawasi partai politik sebagai peserta pemilu, calon legislatif, calon kepala daerah, hingga proses penyelenggaraan pemilu itu sendiri.
Ia mengungkapkan bahwa kompleksitas pengawasan semakin besar dengan jumlah pemilih di Sulawesi Selatan yang mencapai jutaan orang. Kondisi tersebut membuat pengawasan tidak mungkin dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu semata tanpa keterlibatan masyarakat.
“Pemilih di Sulawesi Selatan jumlahnya jutaan. Tentu tidak mungkin seluruh proses pengawasan hanya dilakukan oleh Bawaslu. Karena itu, masyarakat harus ikut terlibat dalam pengawasan,” ujarnya.
Mardiana juga menegaskan bahwa pengawasan masyarakat tidak hanya ditujukan kepada peserta pemilu, tetapi juga kepada penyelenggara pemilu, termasuk jajaran Bawaslu maupun KPU apabila ditemukan dugaan pelanggaran atau tindakan yang mencederai integritas pemilu.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa potensi pelanggaran itu selalu ada. Karena itu, masyarakat juga harus ikut mengawasi penyelenggara pemilu agar kepercayaan publik tetap terjaga,” katanya.
Menurutnya, tingginya jumlah laporan dan pengaduan masyarakat pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya menunjukkan bahwa partisipasi publik terhadap pengawasan pemilu semakin meningkat. Hal tersebut dinilai menjadi indikator penting bahwa masyarakat mulai aktif mengawal jalannya demokrasi.
Ia menyebut pengawasan partisipatif sebagai salah satu kekuatan utama Bawaslu dalam membangun demokrasi yang jujur dan adil. Karena itu, peserta kegiatan P2P diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
“Harapan kami, teman-teman yang hadir hari ini menjadi amunisi baru dan energi baru bagi Bawaslu untuk memperkuat pengawasan partisipatif di masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiana juga mendorong peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai kepemiluan, regulasi, serta fungsi pengawasan. Ia menilai ruang diskusi dan pendidikan politik menjadi sarana penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam pengawasan pemilu.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk saling belajar, berdiskusi, dan memperkuat kapasitas. Jangan takut bertanya dan jangan malu menyampaikan pendapat,” pesannya kepada peserta.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif tersebut, Bawaslu Kota Makassar berharap masyarakat semakin aktif terlibat dalam pengawasan pemilu, sehingga proses demokrasi dapat berjalan secara transparan, jujur, adil, dan bermartabat menuju Pemilu 2029.
Humas Bawaslu Kota Makassar