Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026, Cak Totok Ajak Jajaran Bawaslu “Merdekakan Demokrasi” di Bulan Ramadan
|
Jakarta – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Totok Hariyono atau yang akrab disapa Cak Totok, mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum membakar semangat konsolidasi dan pembebasan demokrasi.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam sambutan dan arahan pada kegiatan Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 yang digelar secara daring dan diikuti jajaran Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam pembukaannya, Cak Totok menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang hadir, baik secara langsung maupun melalui Zoom. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan serta umat Katolik yang memperingati Rabu Abu.
“Selamat berjuang dan selamat menunaikan ibadah Ramadan bagi yang menjalankan. Terima kasih juga kepada yang tidak berpuasa tetapi tetap menghormati kawan-kawan yang menjalankan ibadah,” ujarnya.
Cak Totok kemudian mengajak peserta merefleksikan sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa 81 tahun lalu, proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno juga berlangsung pada bulan Ramadan. Bahkan, naskah proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik diselesaikan pada waktu sahur.
Menurutnya, Ramadan kala itu menjadi momentum pembebasan bangsa dari penjajahan. Semangat itulah yang, menurut Cak Totok, perlu diadopsi dalam konteks demokrasi hari ini.
“Ramadan digunakan untuk melakukan pembebasan. Spirit pembakaran, spirit pembebasan itu yang harus kita adopsi. Ramadan ini kita bakar anasir-anasir yang merusak demokrasi,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah tantangan demokrasi seperti oligarki, kecenderungan otoritarianisme, penyalahgunaan kewenangan, hingga persoalan netralitas sebagai hal-hal yang harus dilawan melalui penguatan pengawasan.
Cak Totok menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dibiarkan tergerus oleh praktik-praktik yang mencederai prinsip keadilan dan integritas pemilu. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk melakukan konsolidasi secara serius dan berkelanjutan, sejalan dengan instruksi kelembagaan yang telah ditetapkan.
“Kita akan merdekakan demokrasi. Ayo semangat konsolidasi demokrasi. Bulan suci Ramadan ini menjadi momentum pembakaran semangat, pembebasan, dan penguatan komitmen kita sebagai pengawas pemilu,” ujarnya.
Menutup arahannya, Cak Totok berharap seluruh jajaran Bawaslu, baik di tingkat pusat maupun daerah, tetap solid dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas pengawasan, sehingga demokrasi Indonesia semakin kuat dan bermartabat.