Lompat ke isi utama

Berita

Memaknai Isra' Mi'raj, Kordiv SDMO Bawaslu Makassar Tekankan Pentingnya Integritas dan Pengawasan Amanah dalam Pemilu

Bawaslu Kota Makassar

MAKASSAR – Momentum peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun ini dijadikan refleksi mendalam bagi jajaran pengawas pemilu di Kota Makassar. Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan (SDMO DIKLAT) Bawaslu Kota Makassar, Ahmad Ahsanul Fadhil, menegaskan bahwa peristiwa besar tersebut mengandung esensi pengawasan dan pertanggungjawaban yang sangat relevan dengan tugas Bawaslu.

Menurut Ahmad Ahsanul Fadhil, Isra' Mi'raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol perjalanan menuju integritas tertinggi. Dalam konteks demokrasi, menjaga suara rakyat adalah bentuk menjalankan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan kepada publik maupun Sang Pencipta.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ahmad Ahsanul Fadhil mengutip sebuah sabda Rasulullah SAW yang menjadi landasan etis bagi para pengawas:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjelaskan makna dari hadis tersebut, Ahmad Ahsanul Fadhil memaparkan bahwa posisi sebagai pengawas pemilu adalah sebuah kepemimpinan di bidang penegakan keadilan demokrasi.

"Sabda Rasulullah ini mengingatkan kita bahwa setiap pengawasan, pencegahan dan penindakan yang kita lakukan, serta  setiap keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi pertanggungjawaban. Dalam peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi diperlihatkan berbagai perumpamaan tentang balasan amal manusia. Ini adalah pengingat bahwa ketidakjujuran dalam mengawasi pemilu atau kelalaian dalam menjaga amanah akan membawa dampak buruk bagi bangsa dan negara," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa "Mi'raj" atau pendakian menuju kesempurnaan dalam tugas Bawaslu berarti meningkatkan kualitas SDM dan profesionalitas.

"Kami di Bawaslu Makassar ingin memastikan bahwa setiap pengawas memiliki keteguhan hati seperti Nabi saat menerima perintah salat. Kita harus disiplin, jujur, dan berani tegak lurus pada aturan demi terwujudnya pemilu yang bersih terkhusus di Kota Makassar," tutup Ahmad Ahsanul Fadhil

Penulis : Gus Ahsan