Menahan Emosi, Menjaga Objektivitas
|
Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Puasa mengajarkan manusia untuk menahan emosi, menjaga lisan, dan tetap tenang dalam berbagai situasi. Nilai ini sangat relevan dalam penanganan pelanggaran pemilu yang sering kali diwarnai dinamika dan tekanan.
Dalam proses penanganan pelanggaran, pengawas pemilu dihadapkan pada laporan, perdebatan, dan bahkan ketegangan antar pihak. Di sinilah objektivitas diuji. Pengawas tidak boleh terpengaruh oleh emosi, opini publik, maupun tekanan tertentu. Setiap keputusan harus dilandasi fakta dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menahan emosi bukan berarti pasif, tetapi menunjukkan kematangan profesional. Ketegasan tetap diperlukan, namun disertai sikap tenang dan proporsional. Objektivitas hanya dapat terjaga ketika pengawas mampu mengendalikan diri dan fokus pada substansi persoalan.
Melalui Ngabuburit Keadilan Pemilu, Bawaslu Kota Makassar merefleksikan bahwa pengendalian diri adalah kunci menjaga objektivitas. Dengan emosi yang terkendali dan pikiran yang jernih, penanganan pelanggaran dapat dilakukan secara adil dan bermartabat.
Penulis: @rminth