Lompat ke isi utama

Berita

Obrolan Demokrasi: Bawaslu Makassar Ajak Pemangku Kepentingan Bahas Masa Depan Demokrasi Lokal

Obrolan Demokrasi di Cafe Van Djoel Jalan Hertasning Makassar, diskusi gagasan  tentang masa depan demokrasi dan Pilkada di Kota Makassar.

Obrolan Demokrasi di Cafe Van Djoel Jalan Hertasning Makassar, diskusi gagasan  tentang masa depan demokrasi dan Pilkada di Kota Makassar.

Bawaslu Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat demokrasi partisipatif melalui kegiatan Obrolan Demokrasi yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026. Bertempat di Cafe Van Djoel Jalan Hertasning, suasana diskusi berlangsung santai namun sarat gagasan penting tentang masa depan demokrasi dan Pilkada di Kota Makassar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas dan Humas) Bawaslu Kota Makassar, Risal Suaib, S.IP, sebagai bentuk komitmen kelembagaan dalam membangun ruang dialog terbuka bersama pemangku kepentingan dan masyarakat.

Obrolan Demokrasi tersebut menghadirkan beragam latar belakang peserta, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkup Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mantan penyelenggara pemilu teknis, hingga anggota legislatif dari DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Keberagaman perspektif ini memperkaya diskusi dan membuka ruang tukar pikiran yang konstruktif.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis, di antaranya tantangan demokrasi lokal pasca tahapan Pilkada, penguatan tata kelola pemilu, serta pentingnya menghadirkan pemilu yang inklusif. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam seluruh proses demokrasi, mulai dari sosialisasi hingga partisipasi dalam pemungutan suara.

Tak kalah penting, forum ini juga menekankan urgensi pengawasan partisipatif sebagai fondasi utama demokrasi yang sehat. Bawaslu Kota Makassar mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawasi jalannya demokrasi, tidak hanya pada masa tahapan pemilu, tetapi juga di luar tahapan.

Melalui Obrolan Demokrasi ini, Bawaslu Kota Makassar berharap dapat terus membangun kesadaran kolektif, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melahirkan gagasan-gagasan segar demi mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif, transparan, dan berintegritas di Kota Makassar.

Penulis : @rminth