Sekjen Bawaslu Tekankan Adaptasi Kinerja dan Soliditas Jajaran di Tengah Keterbatasan Anggaran
|
Jakarta, 26 Januari 2026 — Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menekankan pentingnya adaptasi pola kerja, penguatan kinerja jabatan fungsional, serta soliditas seluruh jajaran sekretariat Bawaslu di tengah kondisi keterbatasan anggaran tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi dan Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (26/1/2026).
Rapat rutin yang akan dilaksanakan setiap hari Senin ini dihadiri oleh Deputi Bidang Administrasi Bawaslu RI, para Kepala Biro di lingkungan Kedeputian Administrasi, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi, serta jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Sekjen Bawaslu menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan, terutama karena kondisi anggaran Bawaslu yang tercatat sebagai yang paling rendah dalam 11 tahun terakhir. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menurunkan kualitas kinerja dan profesionalisme aparatur sekretariat.
“Kondisi anggaran kita saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kita harus mampu beradaptasi dan tetap memastikan fungsi kesekretariatan berjalan optimal sebagai supporting system bagi kelembagaan Bawaslu,” ujar Ferdinand.
Ia juga menekankan bahwa peran jabatan fungsional menjadi semakin penting, khususnya pada tahun non-pemilu. Menurutnya, seluruh pegawai, baik PNS maupun PPPK, harus mengedepankan pelaksanaan tugas sesuai jabatan yang melekat pada masing-masing individu, serta terus meningkatkan performa kerja.
Selain itu, Sekjen Bawaslu mengingatkan seluruh jajaran agar menghentikan perdebatan terkait perjalanan dinas, mengingat anggaran non-operasional yang terbatas. Ia meminta seluruh pegawai untuk fokus pada pekerjaan substansial kelembagaan dan menjaga etika profesional dalam lingkungan kerja.
Dalam arahannya, Ferdinand juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental pegawai, memperkuat solidaritas internal, serta menghindari konflik horizontal di lingkungan kerja. Ia mengajak seluruh jajaran pimpinan untuk membangun suasana kerja yang suportif, saling menghargai, dan menghindari praktik penghasutan maupun sikap saling menjatuhkan.
“Kita harus fokus pada tugas kelembagaan dan memastikan seluruh kebijakan dilaksanakan dengan disiplin. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus melalui saluran yang konstruktif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekjen Bawaslu juga mendorong seluruh jajaran untuk mulai mempersiapkan data dan dokumentasi kepemiluan sejak dini, termasuk data pengawasan pemilu, sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tahapan Pemilu mendatang.
Menutup arahannya, Ferdinand menyampaikan bahwa Bawaslu tengah merancang pola pengembangan kompetensi pegawai dan digitalisasi pelaporan kinerja guna meningkatkan efektivitas kerja di seluruh tingkatan.
Rapat ini menjadi rapat perdana pembinaan dan evaluasi yang diharapkan dapat menjadi forum koordinasi rutin dalam memperkuat tata kelola kesekretariatan Bawaslu secara nasional.
Penulis : @rminth